PENGGANTI MID TKJ

Baca lebih lanjut

Iklan

5W 1H

530202_479257978752772_1587433895_n

“Sedikit coretan tentang aku dan pengalamanku”

Ya,, ini tentang aku, semua berawal dari cita-cita yang mungkin belum kesampaian. ITB, betul !!!  Dulu aku sangat bermimpi bisa berada dalam sebuah perguruan tinggi bernama ITB itu. Mimpi untuk melakukan dan merasakan sesuatu tidak akan pernah berubah dalam diri setiap manusia, perasaan itu akan terus ada. Why  ITB ?? alasannya sederhana, 3-4 tahun yang lalu sewaktu masih duduk di bangku SLTA, waktu itu kalau tidak salah, tvONE mengundang beberapa Mahasiswa ITB untuk mengadiri acara Live yang membahas keberhasilan mereka (Mahasiswa ITB) meraih sejumlah penghargaan internasional dalam olimpiade berbasis technologi, menurutku itu sangat luar biasa dan ada ketertarikan yang sangat besar bisa merasakan keberhasilan seperti yang mereka alami. Entahlah itu terdengar lucu atau bagaimana, tapi yang pasti itu yang terbaik menurutku.

Baca lebih lanjut

Javi Martinez Gembira Pep ke Bayern

0210052-javi-martinez-620X310


MUENCHEN, KOMPAS.com –
 Gelandang Bayern Muenchen, Javi Martinez, menyambut gembira kepastian timnya bakal dilatih Josep Guardiola melatih FC Bavarian mulai musim 2013-2014.

Pada Rabu (16/1/2013), Bayern resmi meminang Guardiola dengan kontrak sampai Juni 2016. Guardiola bakal menggantikan tempat Jupp Heynckes yang memutuskan pensiun pada akhir musim nanti.

“Setelah mengetahui kabar Heynckes akan pensiun dan digantikan oleh Guardiola, aku sangat senang. Itu bagus untukku, untuk tim, dan untuk Bundesliga,” jelas Martinez dilansir situs resmi Bayern.

“Aku mengetahui Guardiola ketika melawan Barcelona saat aku masih bermain di Athletic Bilbao. Selain itu, rekan-rekanku di tim nasional Spanyol juga membicarakan hal baik mengenai Guardiola,” lanjut Martinez.

Saat ditanya mengenai keinginannya bermain di suatu posisi saat Bayern dilatih Guardiola, pemain berusia 24 tahun itu menyerahkan segala keputusan di tangan mantan pelatih Barcelona itu.

“Aku sebenarnya senang bermain sebagai gelandang. Namun yang paling penting aku bisa membantu tim, tak peduli di posisi apa aku dimainkan,” jelas eks kapten timnas Spanyol U-23 itu.

Aplikasi Pemanggil ‘Tuyul’ yang Bikin Heboh



Jakarta
 – Belakangan kembali santer diberitakan soal ‘tuyul’ yang menampakan diri di gedung DPRD Magelang. Tapi jangan heboh dulu, karena itu cuma hasil rekayasa dari aplikasi di smartphone.

Ya, di beberapa daerah memang tengah dihebohkan dengan foto yang di dalamnya ada penampakan makhluk misterius. Ada yang bilang itu alien, ada pula yang menyebutnya tuyul.

Nah, jika mendapati gambar tersebut, pengguna jangan langsung percaya bahwa itu adalah sosok alien, tuyul, atau mahluk lain sejenisnya. Pasalnya, hal itu bisa dengan mudah dibuat hanya dengan bermodalkan smartphone.

Misalnya dengan aplikasi bernama Camera 360. Versi baru aplikasi untuk Android dan iOS ini memiliki efek baru yang akan menampilkan ‘makhluk aneh’ di foto pengguna.

Ketika dijaal detikINET, Rabu (16/1/2013), sekilas hasil jepretan yang dihasilkan memang nyaris terlihat nyata, tapi jika dicermati tentunya terlihat perbedaan yang signifikan antara sosok asing tersebut dengan latar gambar yang diambil.

Aplikasi pemanggil ‘tuyul’ yang bikin heboh ini sejatinya sempat mencuat beberapa waktu lalu, saat seorang ibu, sebut saja Nun, iseng mengambil foto dengan smartphone Android yang baru saja dibelinya.

Gambar ini lantas jadi perbincangan di dunia maya karena si ibu percaya bahwa ada mahluk alien di rumahnya. Tapi percayalah, bahwa gambar alien seperti itu bisa Anda buat sendiri dengan mudah.

sumber : http://m.detik.com 

Inilah 5 Alasan Kenapa Anak Teknik Informatika Lebih Lama Lulus

Salam blogger . saya Cuman pengen share argumen pribadi tentang “5 Alasan Kenapa Anak Teknik Informatika Lebih Lama Lulus“. Sebelumnya kenalin dulu Nama Saya M.Noor Aditya Rahman biasa di panggil adeetz saya seorang mahasiswa jurusan teknik informatika (IT) tingkat akhir yang lagi galau dengan Tugas Akhir(skripsi). untuk menghilangkan sedikit  galau dan stress saya mencoba cari pengalaman kerja menjadi teknisi di twincom Banjarbaru.

Disini saya mendapat teman teman baru dan ilmu-ilmu baru dalam mengatasi error di komputer yang tentunya ilmu ini tak akan pernah saya dapatkan di bangku kuliah walau pada kenyataannya di tempat saya bekerja menumpuk barang barang yang rusak dan harus segera di perbaiki karena kalau terlambat di perbaiki para pelanggan akan kecewa dan ngomel-ngomel dan itu nampaknya menambah ke galauan saya bukan mengurangi T_TDikampus ku (IAIN Antasari Banjarmasin) Jurusan Teknik Informatika Fakultas Dakwah bisa terbilang jurusan yang minoritas dan dikucilkan.kenapa saya bilang begitu karena jurusan teknik informatika belum di sertifikasi atau di akui dan akhirnya nebeng di STIMIK Pranata untuk ke absahan Ijazah nya tapi untunglah ada yang menampung kami walaupun di tambah biaya  yang tidak sedikit dan menguras duit orang tua tapi tak apa lah demi pendidikan dan masa depan anaknya :)Berikut saya kemukakan Alasan  Kenapa Anak Teknik Informatika Lebih Lama Lulus :
1. Meneliti plus Membuat program
 
 1

Mahasiswa informatika selain mampu melakukan penelitian dibidangnya dia juga harus membuat sebuah produk dengan mengambangkan perangkat lunak. Kalau jurusan lain (seperti komunikasi, pendidikan, bahasa dll) bisa membuat skripsi hanya dengan melakukan penelitian, mahasiswa informatika harus dilengkapi dengan pengembangan software. Ketika  mengembangkan perangkat lunak untuk Tugas Akhirnya (Skripsi) penilitian
dilakukan pada tahap awal (observasi, interview, pengumpulan data dll) yang kemudian dianalisis.
Sedangkan pengembangan tentunya mahasiswa teknik informatika yg disingkat IF harus bisa mengembangkan perangkat lunak dari hasil analisis tersebut. Jadi mahasiswa harus kerja dua kali dan ini memerlukan waktu yang cukup lama. Mengembangkan perangkat lunak bisa butuh waktu berbulan-bulan lain halnya membuat program seminggu bisa beres.
2. Memahami Ilmu Komunikasi Psikologi
 1

Dalam mengembangkan perangkat lunak untuk Tugas Akhirnya, mahasiswa IF harus cakap dalam berkomunikasi karena ada satu tahapan yaitu observasi dengan interview client. Misalnya membuat website perusahaan maka pengembang harus paham betul apa yang diinginkan perusahaan tersebut dengan menginterview pihak / kepala bagian tertentu.
Inget kata interview jadi inget mahasiswa jurnalistik/komunikasi yang sedang membuat berita. Selain itu juga pengembang harus memahami psikologi client. Gunanya untuk menentukan interface yang cocok dari perangkat lunak yang dikembangkan. Jadi ada bagian tugas mahasiswa jurnalistik/komunikasi dan psikologi yang dilakukan oleh mahasiswa Informatika.
3. Harus menjadi Seniman yang baik
 
 3
 
Mengembangkan perangkat lunak bisa dikatakan sama dengan membuat sebuah karya seni. Dengan jiwa seni rupa yang baik, perangkat lunak yang dikembangkan akan memiliki interface yang menarik dan artistik. Tak hanya visual, audio dan animasi pun harus paham betul. Misalnya dalam menyediakan konten multimedia dalam perangkat lunaknya tentu tidak akan lepas dengan animasi, audio dan video atau dikenal dengan istilah multimedia.
Mahasiswa IF yang mengembangkan PL yang berhubungan dengan multimedia harus bisa melakukan pekerjaan mahasiswa jurusan seni atau seniman seperti: video shooting, video editing untuk membuat video, photoshopping, recording dan sebagainya.
4. Menguasai empat bahasa
 
4
Mahasiswa informatika harus menguasai empat bahasa. Pertama, mahasiswa IF harus menguasai Bahasa Indonesia tentunya. Selain digunakan dalam membuat Laporan Tugas Akhir ini juga dilakukan ketika wawancara. Saat mempresentasikan karyanya dalam seminar proposal atau seminar TA juga menggunakan Bahasa Indonesia yang benar dan baik.
Kedua, mahasiswa IF harus menguasai Bahasa Asing (Inggris). Referensi dalam bidang informatika khususnya yang baik dan lengkap biasanya didapat dari buku atau internet dengan menggunakan bahasa asing seperti bahasa inggris karena diluar banyak sekali ahli yang mengembangkan. Selain itu tool yang digunakan semuanya berbahasa inggris. misalnya Framework, Compiler, Database Managemen Sistem atau yang lebih sederhananya Sistem Operasi yang digunakan berbahasa inggris.
Ketiga, Bahasa daerah (mis: bahasa banjar, bahasa jawa) juga penting dikuasai. Dalam mengembangkan perangkat lunak ada proses observasi masalah dengan metode interview / wawancara client. Kalau kebetulan kita mengembangkan perangkat lunak untuk perusahaan kecil menengah dan bos/atasan perusahaan tersebut lebih suka atau bahkan hanya bisa bahasa daerah misalnya banjar maka mau tidak mau mahasiswa IF yang melakukan interview harus mahir juga bahasa banjar.
Apa lagi khususnya dalam bahasa Banjar dibedakan antara bahasa kepada sebaya, yang lebih muda dan yang lebih tua. Sudah pasti kebanyakan yang diwawancara itu lebih tua jadi harus bisa juga tuh bahasa sunda yang benar, baik dan sopan. Kalo enggak bisa disangka gak punya etika.
Keempat, Mahasiswa Informatika harus bener-bener paham dan mampu ber-Bahasa Komputer/ Mesin atau kalau dalam pemrograman ada yang dinamakan bahasa pemrograman. Meski bahasa pemrograman kini dipermudah karena diadaptasi dengan bahasa inggris tetapi syntax atau tata penulisannya sangat jauh berbeda. Beberapa bahasa yang populer saat ini antara lain: BASIC(Beginners’ All-purpose Symbolic Instruction Code)HTML (Hypertext Markup Language)PHP (Preprocessor Hypertext)CSS (Cascading Style Sheet),Java (bukan bahasa jawa ya),C++ (bedain sama pijat ++ ya) dan lainnya yang digunakan dalam pemrograman tambah lagi SQL (Structured Query Language)dalam bahasa database. Pekerjaan Mahasiswa Jurusan Bahasa ada nih di Mahasiswa Teknik Informatika.
5. The Killer Teacher
 
5
 Ini bukan judul film yang dipajang di dinding bioskop. Tapi ini kondisi pada umumnya yang ada di jurusan teknik informatika. Waktu SMA atau SMP tentu kita pernah yang menemui yang namanya guru killer. Bukan berarti pembunuh sebenarnya tapi karena Galak dan Tegasnya. Guru killer yang terkenal biasanya guru Matematika, Fisika, atau Komputer. Bayangkan aja Dosen Teknik Informatika itu gabungan ketiganya tentunya bisa disimpulkan tingkat ke-killer-an nya tiga kali lipat meski tidak semua tentunya. Penyebabnya bisa karena dosen teknik informatika sangat / terlalu idealis atau karena mahasiswanya yang terlalu baik. Yang jelas mahasiswa teknik informatika harus siap bekerja dibawah tekanan. hhe.Dari kelima poin tersebut bisa juga dikatakan sebagai KelebihanMahasiswa Teknik Informatika. pada dasarnya kalau rajin belajar 5 kendala dapat teratasi dengan mudah. Alhamdulillah  desember 2012 saya akan sidang skripsi dan Januari 2013 saya wisuda jadi saya kuliah kira kira 4 tahun mulai tahun 2009-2013. doakan ya teman-teman saya dapat menyelesaikan tugas akhir ini dan tidak stress dan galau lagi ^^

Filosofi Warna Sabuk Karate

Karate olahraga beladiri yang mempunyai ciri khas yang dapat dibedakan dari jenis olahraga beladiri lainnya seperti Silat, Judo, Kung Fu, Kempo dan beladiri lainnya. Perbedaan ini dapat dilihat baik secara filosofi, tehnik gerakan maupun atribut yang digunakan selama menjalani proses latihan, pertandingan serta pada saat pelaksanaan ujian kenaikan sabuk/ tingkat. Salah satu perbedaan di dalam penggunaan atribut yakni peralatan dan perlengkapan yang dipergunakan, seperti baju dan sabuk. Namun demikian antara beladiri Karate dan Judo memiliki kesamaan di dalam menentukan sistem peringkat, yaitu dengan membedakan berdasarkan warna sabuk. Sebagaimana yang diakui oleh Master Gichin Funakoshi bahwa Karate didalam menggunakan system pemeringkat mengadopsi/meniru sistem yang dipergunakan didalam beladiri Judo.

Dalam beladiri Karate warna sabuk (obi) dipergunakan untuk membedakan antara satu karateka dengan karateka lainnya. Sabuk yang dipergunakan oleh karateka pemula saat mulai berlatih Karate dimulai dari sabuk putih. Secara filosofis, perbedaan sabuk Karate ini untuk menunjukkan bahwa karateka harus menjunjung tinggi sikap saling menghomati satu sama lainnya. Karateka yang baru belajar atau pemula harus menghormati karateka yang sudah lebih tinggi sabuk yang diraihnya, meski secara umur lebih muda. Namun demikian karateka yang sudah meraih sabuk lebih tinggi dari yang lainnya, wajib untuk menghargai dan menghormati pula karateka yang baru belajar. Sikap ini sejalan dengan prinsip Karate yang dijelaskan oleh Gichin Funakoshi bahwa Karate diawali dan diakhiri oleh sikap menghormati dan saling menghargai.
Obi sebagai sistem pemeringkat menggunakan ukuran kyu (kadang berbeda antara satu perguruan dengan perguruan lainnya) yang merupakan bentuk representasi dari Karate dalam menunjukkan bahwa karateka harus berproses dalam semua tujuan yang diinginkan. Untuk menjadi sekedar sabuk hitam, harus mulai belajar dasar. Untuk mengejar nilai kebaikan melalui perolehan sabuk hitam, harus belajar dari dasar. Kecuali untuk tokoh yang memberikan kontribusi dan dukungan nyata terhadap Karate mereka bisa mendapat penghargaan sabuk hitam kehormatan. Dengan demikian, perbedaan sabuk ini selain sebagai pelajaran bagi karateka untuk terus belajar dan berproses dalam meraih tujuan, juga saling menghormati dan menghargai sesama karateka adalah kemutlakan untuk dijalani.
Sabuk Karate sendiri terdiri dari 6 warna sabuk yang diawali dari sabuk putihdan yang tinggi sabuk hitam. Arti dari warna sabuk tersebut yakni :
SABUK PUTIH: melambangkan kemurnian dan kesucian. Kemurnian dan kesucian ini merupakan kondisi dasar dari pemula untuk menerima dan mengolah hasil latihan dari guru masing-masing. Artinya berkembang atau tidaknya karateka ini tergantung dari apa yang diberikan oleh
senpai atau sensei mereka. Kemudian, setelah materi atau nilai Karate telah disampaikan sesuai dengan apa yang seharusnya, selanjutnya tanggung jawab ada pada masing-masing individu.
SABUK KUNING: melambangkan warna matahari yang diibaratkan bahwa karateka telah melihat “hari baru” dimana dia telah mampu memahami semangat Karate, berkembang dalam karakter kepribadiannya dan juga teknik yang telah dipelajari. Sabuk kuning juga merupakan tahapan
terakhir dari seorang “raw beginner” dan biasanya sudah mulai belajar tahapan-tahapan gerakan kumite bahkan ada juga yg mulai turun di suatu turnamen.
SABUK HIJAU: Sabuk ini merepresentasikan warna rumput dan pepohonan. Pemegang sabuk hijau ini sudah harus mampu memahami dan menggali lebih dalam lagi segala sesuatu yang berkaitan dengan karate seiring dengan bertumbuhnya semangat dan teknik gerakan yang sudah
dikuasainya. Sifat dari warna hijau ini adalah pertumbuhan dan harmoni. Dengan demikian seorang karateka sabuk hijau diharapkan dalam proses pertumbuhannya mulai bisa memberikan harmoni dan keseimbangan bagi lingkungan.
SABUK BIRU: Warna sabuk ini melambangkan samudera dan langit. Artinya karateka harus mempunyai semangat luas seperti angkasa dan sedalam samudera. Karateka harus sudah mampu memulai berani untuk menghadapi tantangan yang dihadapinya dengan semangat
tinggi dan berfikir bahwa proses latihan adalah sesuatu yang menyenangkan dan bisa merasakan manfaat yang didapatkan. Karateka harus sudah bisa mengontrol emosi dan berdisiplin.
SABUK COKLAT: Warna sabuk ini dilambangkan dengan tanah. Sifat warna ini adalah stabilitas dan bobot. Artinya seorang karateka pemegang sabuk coklat mulai dari tingkatan kyu 2 sampai 1 harus bisa memberikan kestabilan sikap, kemampuan yang lebih dari pemegang sabuk di
bawahnya, dan juga sikap melindungi bagi junior-juniornya. Selain itu, sikap yang harus dimiliki adalah sikap menjejak bumi (down to earth) dan rendah hati pada sesama.
SABUK HITAM : Warna hitam sendiri melambangkan keteguhan dan sikap kepercayaan diri yang didasari pada nilai kebaikan universal. Warna sabuk ini menjadi idaman bagi setiap karateka untuk mendapatkannya. Namun, di balik semua prestise sabuk hitam terdapat tanggung jawab besar
dari karateka. Pada tahap ini, pemegang sabuk hitam mulai dari Dan 1 sampai selanjutnya sebenarnya baru memasuki tahap untuk mendalami karate yang lebih mendalam. Teknik maupun penguasaan makna hakiki dari kebaikan nilai karate sudah harus menjadi bagian dari karateka. (penggambaran Gichin Funakohsi).
Sebagian perguruan Karate di Indonesia, menggunakan sistem peringkat selain sabuk yakni kyu, ada beberapa perbedaan ketika sabuk biru (kyu 4) mengikuti ujian kenaikan sabuk coklat. Ada yang turun kyu dari kyu 4 menjadi kyu 3,5. Di perguruan lain ada yang langsung dari kyu 4 menjadi kyu 3. Dengan demikian, bagi sebagian perguruan Karate di Indonesia ada yang menerapkan ujian kenaikan sabuk coklat sebanyak 4 kali (2 tahun atau 4 semester) sampai mendapat kyu 1. Namun bagi sebagian yang lain, bisa hanya sampai 1,5 tahun atau 3 semester. Maka warna sabuk dalam Karate selain sebagai pembeda antara karateka yang baru belajar/pemula dengan yang sudah lama menekuni Karate, sabuk dipergunakan lebih luas dari itu yakni sebagai proses pendorong bagi karateka untuk terus giat belajar dan berlatih. Selain itu juga, bagaimana perbedaan sabuk ini justru menjadi dorongan bagi semua karateka untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain.